“Mak, aku boleh enggak main tanah ?”

Seketika repetan mamak membuat aku paham bahwa aku enggak boleh bermain tanah, lalu sebagai anak kecil maka aku menunggu kesempatan, bila mamak tidur siang aku dan adikku akan mencuri bermain tanah.

Pengalaman itu membuat aku berpikir kelak kalau aku memiliki anak maka jangan ucapkan kata larangan, karena semakin dilarang akan makin dikerjakan, sudah menjadi sifat alamiah anak untuk bermain tanpa mengetahui segala risiko nya.

Kini aku telah memiliki dua anak laki-laki usia balita, ehm bukan main ya mom’s menjaganya. Energi anak-anak ini sangat kuat seringkali kita sebagai orang tua justru meminta mereka untuk berhenti bermain karena kita sudah merasa lelah. Dan seperti impian ku maka sejak anak-anak bisa diajak bermain dan belajar mandiri, maka aku juga menghindari kata larangan seperti yang sering dilakukan banyak orang tua.

Ada banyak alasan orang tua menggunakan kata larangan dalam mengasuh dan mendidik anak, diantaranya :

  • Orang tua merasa khawatir, yup! saat anak-anak bermain kotor kita sudah merasa kewalahan membayangkan dia akan sakit diare, padahal kalau kita mau mendampingi mereka bermain dan mengajarkan kepada mereka cara membersihkan diri, kebayangkan manfaatnya ? Si anak jadi tahu bagaimana asyiknya bermain di alam dan dia juga tahu bahaya yang mengancam bila dia tidak membersihkan diri setelah bermain kotor. Sementara blocking yang kita lakukan tentunya sudah membuat anak bete, membuat anak kehilangan kesempatan belajar lebih banyak.
  • Orang tua merasa lelah, membayangkan anak bermain kotor yang terlintas tentu “nanti pakaian kotor dan gue butuh tenaga ekstra buat mencuci nya, repot!” Alhasil anak-anak hanya diajak bermain di dalam rumah.
  • Orang tua tidak mau terlibat, sering banget orang tua yang malas menemani anaknya bermain, dengan seribu alasan tentunya. Hal ini pun akhirnya membatasi gerak anak, misal anak mengajak berenang namun karena orang tua malas menemani akhirnya kita cari alasan lain supaya anak tidak memilih renang.

Aku bukan enggak pernah melarang anak, pernah banget mom’s namun tidak untuk sesuatu yang bisa membuat dia lebih maju. Sebisa mungkin aku mengakomodir apa maunya mereka, selama itu dalam kemampuan ku maka aku akan selalu katakan “IYA BOLEH”.

Dancow dan Gerakan 1 Juta #Iya Boleh

Alhamdulillah ini adalah tahun ketiga aku mengikuti campaign dari Dancow #IyaBoleh dan aku selalu suka untuk hadir dalam setiap event Dancow, karena aku tahu banyak experience yang bisa dirasakan anak-anak ketika hadir di acara Dancow. Dan beberapa waktu lalu Dancow menghadirkan gerakan 1 juta #IyaBoleh dengan mengajak para Bunda untuk ikut mengatakan “Iya Boleh” pada si kecil.

Iya Boleh

Nah kalau kalian mau mendukung gerakan ini langsung klik iyaboleh.com ya ! Pada kesempatan kali ini aku juga mendengar sharing dari Ussy Sulistiawaty yang ternyata juga belajar banyak dari campaign ini. Anaknya Sheva yang lucu banget sekarang sudah tumbuh menjadi sosok anak yang unggul, karena Ussy memahami bahwa mengatakan “Iya Boleh” justru membuat anak-anak jadi mau belajar banyak. Menurut Ussy larangan hanya membuat anak kehilangan banyak kesempatan untuk belajar.

Dancow susu pertumbuhan juga terus berinovasi untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak kita. Dilengkapi dengan bakteri baik akan melindungi anak-anak kita dari berbagai penyakit pencernaan dan penyempurnaan serat inulin dalam produck Dancow akan menjaga kesehatan saluran pencernaan anak kita.

5 Karakter Unggul Anak Indonesia

Dra. Ratih Ibrahim kembali memompa semangat para Bunda yang hadir dengan ilmu psikolog nya, memang ya mom’s kalau seorang psikolog yang bicara entah kenapa semua terasa mudah dan kita begitu bersemangat mendapat ilmu dari beliau. Ibu Ratih kembali menegaskan bahwa modal mendidik anak tuh ada 3 pilar utama yaitu : Nutiris, Stimulasi dan Cinta. Seperti yang aku sebutkan tadi bahwa supaya anak optimal tumbuh kembangnya maka kita bisa memberikan susu pertumbuhan seperti Dancow supaya kita enggak khawatir si kecil kekurangan nutrisi, apalagi seperti anakku yang picky eater. Stimulasi bisa kita beri dengan banyak cara, mengajak anak bermain dengan perlengkapan yang ada di rumah juga bisa banget loh, enggak usah lah ada alasan anak enggak pintar karena enggak mampu membeli media yang mahal. Mom’s and dad’s bisaloh join Dancow Parenting Center (DPC) untuk mendapatkan banyak ide menstimulasi anak-anak. Aku sendiri kerap di telepon DPC menanyakan pertumbuhan anak-anak, dan biasanya aku akan menyempatkan untuk bertanya apa sih stimulasi yang cocok untuk usia anakku ? Nah biasanya DPC akan memberikan banyak ide loh. Cinta tentu sudah kita miliki ya mom’s bahkan sejak mereka masih dalam kandungan.

Bicara stimulasi maka Dancow mengajak kita untuk mulai menstimulasi anak dengan katakan “Iya Boleh”, dan pastikan ketika mom’s and dad’s mengatakan Iya Boleh maka si anak sudah siap sesuai usianya, dan kondisi juga dalam keadaan aman serta keterlibatan orang tua juga wajib ya. Misal nih ketika anak ku mengajukan pertanyaan “Mami aku boleh naik tangga gak ?” Aku akan menjawab “Iya Boleh” tentunya setelah aku memastikan anakku memang sudah bisa menapaki anak tangga, kondisi tangga tidak berbahaya dan tentu aku akan mendampinginya.

Dan hebatnya nih ketika anak sudah terbiasa dengan Iya Boleh maka percaya deh anak akan banyak belajar dan tentunya hal ini akan mampu menghadirkan 5 potensi karakter unggul yang ada pada setiap anak, apa saja sih karekter tersebut ?

  1. Berani, anak-anakku bila aku ajak ke sebuah pertemuan mereka akan sangat mudah menguasai suasana. Mereka tampil berani ke sana kemari dan pastinya ini karena aku selalu membiasakan mereka untuk bermain di alam terbuka.
  2. Cerdas, dengan nutrisi yang cukup maka pertumbuhan otak anak akan optimal dan merangsangnya kita bisa ajak anak bermain menyusun puzzle, enggak usaha harus beli kok. Mom’s bisa menggambar sebuah benda di kertas lalu bagi empat kertas nya dan beri nomor lalu mintalah anak menyusun potongan kertas tadi menjadi gambar utuh.
  3. Kreatif, stimulasi yang cocok untuk karakter ini adalah bermain cat air, kita bisa minta anak untuk membuat cap tangannya atau melukis di kertas kosong untuk merangsang imajinasi nya
  4. Peduli, untuk mengasah kepedulian anak-anak kami memiliki hewan peliharaan kucing. Tentunya mom’s and dad’s harus siap ya memelihara kucing, jangan hanya sekedar lucu-lucuan. Memutuskan memiliki peliharaan sama beratnya dengan meutuskan memiliki anak sehingga ketika kita punya hewan peliharaan maka kita akan merawat dan menyayangi sebagaimana mestinya.
  5. Kepemimpinan, ajarkan kepada anak untuk bisa merapihkan setiap mainan yang dimainkannya. Dan ajaklah anak bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga anak akan bisa memiliki toleransi dengan berbagi mainan dan setelahnya anak pun mengerti bagaimana menjadi pemimpin ketika berinteraksi dengan teman-temannya.

 

Itu dia sharing aku kali ini ya dan semoga bermanfaat buat kita semua, jangan lupa dukung gerakan 1 juta Iya boleh .

 

Kombur Mamak

14 Comments

Leave a Reply