Movie

[MOVIE] The Darkest Minds, Bukan Review !

Semalam baru saja selesai menonton film bergenre Mystery & Suspense, Science Fiction & Fantasy di labelnya film ini untuk usia 13 tahun, yah memang pas banget untuk remaja zaman now. Film ini diangkat dari sebuah novel dan sepanjang menonton film ini sebagai emak-emak perasaan aku ditarik mundur merasakan saat remaja dulu, naksir aja gitu lihat cowok yang tinggi, good looking, penyayang dan baaiiiiiikkkk hati banget. Dan menurutku akting Liam yang diperankan oleh Harris Dickinson ini cocok banget ngegambarin tokoh idola cowok saat remaja dulu, emak klepek-klepek mengingatnya haha.

Jadi film ini dimulai dengan sebuah adegan di sekolah yang tiba-tiba saja ada anak kecil kejang dan meninggal, ternyata saat itu Amerika sedang dilanda sebuah wabah penyakit konon namanya IAAN “Idiopathic Adolescent Acute Neurodegeneration (Degenerasi Saraf Akut Remaja Idiopatik)” jadi hampir 90% anak-anak dibawah usia 17 tahun akan meninggal dan 10% lainnya ternyata bisa selamat dan mereka memiliki sebuah kekuatan yang bagi pemerintah saat itu menjadi ancaman bagi negara. Alhasil pemerintah berusaha mengungsikan anak-anak ke sebuah camp pelatihan untuk dilatih sesuai kekuatan masing-masing anak.

Adalah Ruby (Amandla Stendberg) seorang anak kulit hitam, yang kalau kata nenek dulu “biar hitam asal manis” dan sosok Ruby ini begitu manisnya sampai emak enggak bosen ngeliatnya lah itu aku ya, apalagi Liam hehe, Liam terpesona sejak pandangan pertama. Ruby berulangtahun ke -10 dan ayahnya memberikan hadiah sebuah gantungan tas. Semua orang tua merasa cemas anak mereka akan meninggal, melihat ini Ruby merasa kasihan dengan orang tuanya lalu ketika kedua orang tuanya tidur Ruby bangun dan menyentuh kedua orang tua nya “mom and dad, enggak usah khawatir kalian tidak akan pernah kehilangan aku”, Esok paginya Ruby bangun dan menuju dapur, Ibu nya kaget mendapati seorang anak kecil yang tak di kenalnya berada didalam rumahnya. Ruby pun menangis “it’s me mom, i am Ruby you daughter”. Ruby dikurung di dalam garasi dan beberapa menit kemudian polisi membawa Ruby ke camp pelatihan. Ruby ternyata terjangkit IAAN dan harus diamankan.

Di camp pelatihan ini Ruby harus di test tentang kekuatan yang dimilikinya dan ternyata hasilnya adalah warna Orange “musnahkan” begitu dokter mendapat perintah. Yap! anak-anak di camp ini dipisahkan berdasarkan warna. Hijau untuk anak-anak yang memiliki intelegensi dan kecerdasan yang luar biasa, Gold/Kuning anak-anak mengendalikan listrik, Biru untuk anak-anak Telekinesis yang bisa memindahkan barang tanpa harus menyentuhnya sedangkan orange bisa mengendalikan pikiran dan merah bisa mengeluarkan api. Orange dan merah adalah anak-anak yang dianggap sangat berbahaya maka harus dimusnahkan karena bisa mengancam keselamatan negara.

Ruby mengetahui kekuatannya saat berusia 10 tahun karena itu dia menghapus dirinya dari ingatan kedua orang tuanya, iulah sebabnya kedua orangtuanya tak mengingat dia lagi. Presiden saat itu juga memiliki anak laki-laki bernama Clancy (Patrick Gibson) yang memiliki kekuatan sama dengan Ruby. Ruby mengetahui dia akan dibunuh akhirnya dia mengendalikan pikiran sang dokter “I am green, i am smart” alhasil Ruby bisa selamat dan masuk ke kelompok anak berwarna hijau. Namun pada usia ke 16 tahun akhirnya Ruby ketahuan karena dianggap lamban dan tak pintar. Tes ulang dilakukan dan dalam keadaan baru sadar dihadapannya ada seorang dokter perempuan Cate yang diperankan Mandy Moore. Ruby yakin dokter ini akan menolongnya dan benar saja ada kunci serta catatan pendek ‘They know your Orange and they will kill you”. Ruby meloloskan diri dengan dokter cate dan dalam perjalanan Ruby mengetahui bahwa dokter cate juga tidak tulus akhirnya Ruby berusaha kabur and the story begin gaes, Ruby bergabung dengan Liam, Zu and chubs.

Liam biru, Zu kuning, chubs hijau dan Ruby orange. Berempat mereka berusaha kabur dari niat orang-orang dewasa yang ingin menggunakan kekuatan mereka untuk kepentingan lain. Tujuan mereka adalah sebuah camp yang ramah anak yang memiliki kekuatan seperti mereka, tempatnya tersembunyi dan akhirnya Chubs berhasil memecahkan kode lokasinya E.D.O (frekuensi radio 54.0). Tiba disana mereka melihat kehidupan anak-anak yang bahagia, mereka mengenakan pakaian bebas tanpa didominasi warna kekuatan mereka. Chubs akhirnya merasa bahwa tempat mereka saat ini juga bukan tempat yang tepat karena mereka diperintah sangat ketat untuk bekerja, makan, tidur dan feeling Chub makin tak enak ketika mengetahui pimpinan camp ini adalah Clancy anak sang presiden yang mengaku sudah sembuh tapi nyatanya tidak. Clancy orange dan Ruby merasa memiliki seorang teman yang memahami dirinya dan kedekatan Ruby – Clancy sempat membuat Liam cemburu.

Clancy mengetahui bahwa Ruby lebih unggul dari dirinya karena Ruby bisa menghapus dirinya dari ingatan orang lain, Clancy berusaha mendekati Ruby untuk mencari tahu caranya sampai akhirnya Ruby kecewa karena Clancy ingin “menikmati” dirinya, alhasil empat sekawan ini berusaha kabur dari camp ‘aman” ini dan bisa ditebak mereka sudah di kepung oleh orang-orang yang sama di camp sebelumnya. “Yap! Clancy mengatur mereka bahkan sang presiden juga di sandera oleh Clancy yang merasa sakit hati karena Ayahnya menggunakan dia sebagai bahan percobaan.

Ruby enggak punya pilihan dia harus meminta bantuan Dokter Cate supaya Chub temannya bisa diselamatkan, Liam memilih bersama Ruby dan akhirnya Dokter Cate datang dan membawa Ruby dkk ke sebuah camp lainnya (Leuga) disini Ruby tak punya pilihan, karena Camp Clancy menggunakan kekuatan anak-anak untuk kepentingan kejahatan, paling tidak bersama Leuga Ruby yakin bisa berada diposisi yang baik. Kini orange ada di Camp Clancy dan Camp Leuga. Ruby meminta Dokter Cate untuk melepaskan Liam, namun Dokter Cate mengetahui mereka berpacaran sehingga dia yakin Liam akan memilih bersama Ruby.

Ruby tahu keinginan Liam adalah bebas dari kepentingan orang dewasa, masih ada Zu yang harus dicari keberadaannya, Chubs yang masih dalam perawatan karenanya Ruby ingin Liam tidak bersamanya. Bisa ditebak gaes si Ruby menggunakan kekuatan nya untuk menghapus dirinya dalam ingatan Liam, for surely aku sedih banget gaes, ngerasain betapa dua sejoli ini harus terpisah. Benar saja after deep kissing itu si Liam buka mata “who are you ? are you sixteen ?”. We are Leuga! Mendengar itu Liam langsung berdiri dan ingin segera pergi. Ruby melepaskan kekasihnya dengan air mata dan Liam melangkah tanpa ragu karena Ruby tak pernah ada dalam ingatannya, hiiiks. Dan pemandangan itu membuat aku menuntut film ini harus ada sequel nya hahaha, emak baperrrr.

 

So gaes, kalo kalian emak macam aku nonton ini bisa jadi semacam flash back kita pas naksir cowok idaman haha. But if you are a mom with a teenagers aku pikir izinkan anak menontonnya namun temanilah saat menontonnya , sisi romantis dalam film ini enggak vulgarlah, itu semua angan-angan anak remaja like make a deep kiss with a lovely one hehe cuman dalam angan-anagn yang akhirnya mamak ngerjainnya pas udah punya laki juga toh hahaha.

Rating 5/10, lumayan untuk mengenang masa remaja mamak dulu hahaha

 

Kombur Mamak

2 Comments

Leave a Reply