Travelling

Virtual Tour Kemerdekaan, Mengingat Perjuangan Para Pahlawan Secara Daring

Merdeka!!

Rasa haru membuncah saat menyaksikan peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 75 , meski keadaan saat ini membuat kita harus berjarak tapi plis selalu rapatkan barisan untuk menjaga persatuan bangsa demi Indonesia Maju.

15 Agustus 2020 Komunitas ISB (Indonesian Socialpreneur Blogger) mengajak 50 blogger untuk memperingati hari kemerdekaan RI dengan melakukan Virtual Tour ke beberapa museum yang ada di Jakarta yang terkait erat dengan kemerdekaan bangsa kita.

HUT RI 75 TAHUN
Virtual Tour ISB x Wisata Kreatif Jakarta

Untuk pertama kalinya juga aku merasakan bagaimana serunya Virtual Tour yang diselenggarakan ISB bersama Wisata Kreatif Jakarta dan Kinokuniya Book Store. ISB adalah komunitas blogger yangs angat konsisten untuk mengajak para member terus mengupgrade diri lewat banyak hal, dan kali ini mengajak kami napak tilas perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan bangsa sehingga kini kita bisa menjadi blogger dengan berbagai sudut pandang.

Wisata Kreatif Jakarta adalah sebuah Event Organizer yang sering mengadakan Walking Tour ke berbagai tempat wisata yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Sejak pandemi kita ketahui bersama semua orang lebih memilih #dirumahaja, imbasnya banyak bisnis wisata yang terpaksa rehat dulu dari berbagai aktivitas jalan-jalan. Namun Ira Lathief membuat semuanya mungkin dan beliau juga pernah mendapat apresiasi dari Kick Andy TV Show karena dianggap mempunyai ide kreatif untuk bertahan ditengah pandemi dengan mengadakan Virtual Tour baik domestik maupun mancanegara.

Kinokuniya Book Store adalah toko buku yang tersebar diberbagai negara dan uniknya Kinokuniya selalu hadir dengan cita rasa lokal, makanya gak heran banyak banget event Launching Books dengan konten dan penulis lokal dan banyak buku luar negeri disini dengan kualitas yang bagus, Kinokuniya juga gak ketinggalan ikut meramaikan kemerdekaan kita dengan memberikan diskon untuk buku-buku sejarah selama Agustus 2020. Dan selalu ada diskon dan promo menarik untuk semua buku-buku karena Kinokuniya bergerak untuk meneruskan Literasi Merdeka dengan memberikan harga yang masuk akal sehingga semua orang mampu membeli buku.

Baca Juga : Walking Tour Cikini

Kali ini aku juga membuat Podcast Virtual Tour Kemerdekaa RI, aku bercerita gimana serunya perjalanan yang dilakukan secara daring dan pada artikel ini aku akan menceritakan kemana saja kah kami jalan-jalan daring? Mbak Ira mengajak kami untuk mengunjungi Museum Sumpah Pemuda, nah kalian sudah pernah kesini? Museum Sumpah Pemuda ini dulunya adalah rumah kos-kosan mahasiswa Tiongha, seperti namanya maka disini anak muda sering berkumpul dan salah satu pemuda saat itu adalah Wage Rudolf Supratman, beliau adalah pencipta lagu kebangsaan kita Indonesia Raya. Nah mbak ira memutarkan cuplikan Film Wage, film ini berkisah tentang WR Supratman yang mendidikasikan dirinya untuk bangsa lewat berbagai syair lagunya. Mbak Ira juga nih yang kasih insight padaku bahwa WR Supratman ini sangat visioner, terbukti lagu Indonesia Raya itu diciptakan bahkan jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan makanya lagu ini dipilih sebagai lagu kebangsaan untuk mengenang WR Supratman, ehm kalau dipikir-pikir iya juga kan gengs, wong dulu kita sebut Indonesia itu adalah Batavia so how could WR Supratman write a song with Indonesia Raya ???

Selanjutnya Mbak Ira mengajak kami melewati google map menuju Gedung Pancasila yang ada di Gambir, sesuai namanya di degung inilah ide pancasila tercetus oleh Bung Karno ketika Bapak Radjiman menanyakan apa dong dasar negara kita kalau merdeka? Dengan lantang dalam pidato berdurasi satu jam Bung Karno menjawab “Pancasila” dan lagi Mbak Ira memutar sebuah Film tahun 2016 dengan Judul Pancasila : Cta-Cita dan Realita. Film ini menunjukkan betapa semangatnya Bung Karno ketika berpidato, pidato beliau selalu mampu membakar semangat para anak muda tahun itu. Gaya pidato bung karno sampai kini masih sangat diminati para politikus. Gedung Pancasila ini kini sudah menjadi Kementerian Luar Negeri salah satu lembaga kementerian yang paling ngetop menurutku. Dulu gedung ini mirip fungsinya dengan gedung DPR/MPR saat ini dan ternyata Bapak MH. Thamrin adalah satu-satu nya anggota dewan pribumi kala itu, wow keren banget !

Museum Gedung Joeang 45, ini adalah museum bekas hotel dulunya. Namanya perang gengs jadilah pemuda Indonesia merebutnya dan kalian tahu dijadikan apa? Jadi tempat belajar politk anak muda, jadi semacam kuliah hubungan internasional kali ya hehe. Di dalamnya ada kursi Bung Karno, tandunya Jenderal Soedirman dan dibagian belakang museum ada show room mobil R1 dan R2 loh, kalau mau masuk kesini bayarnya murah hanya 5 ribu saja dan kalian bisa lihat di sepanjang dinding ada banyak poster-poster yang dibuat anak muda zaman dulu untuk membakar semangat rakyat, yup! lewat kata kita bisa merdeka!

Ternyata dalam perjalanan ini ada dua lokasi syuting film lagi ges yaitu Kuitang tempat buku bekas which is jadi makin beken sejak Rangga dan Cinta beli buku disana haha dan Gereja Immanuel tempat syuting Film DKI jadilah sembari jalan-jalan kita mengenang keromantisan film AADC dan kekonyolan Dono hehe.

Melewati Cikini raya ada dua rumah bersejarah, yang satu memang sangat tampak terawat merupakan rumah Hasyim Ning, menurut kisah yang ku dengar itu adalah rumah seorang Tiongha yang sangat dermawan di waktu masa penjajahan, beliau sering memberikan uang dan membelikan senjata untuk pejuang kita. Namun tragedi 1998 membuat keluarga Hasyim Ning mengungsi ke Luar Negeri. Lalu ada juga rumah keluarga Ahmad Soebardjo, beliau adalah menteri luar negeri kita yang pertama, rumah ini bukan museum melainkan memang berfungsi sebagai rumah pada umumnya karena masih dihuni oleh keluarga besar Alm. Ahmad Soebardja.

Selanjutnya kami mampir di sebuah bangunan which is di depannya ada angka 16845 yup ini adalah Museum Perumusan Naskah Proklamasi dan di museum ini ada sebuah piano, di atas piano tersebutlah Bapak Soekarno, Bung Hatta dan Ahmad Sobardja menandatangani naskah proklamasi, disini juga terdapat bunker loh dan bisa dimasuki juga kalau mau.

Terakhir Mbak Ira mengajak kami mampir ke Tugu Proklamasi, setelah dirumuskan di Museum Naskah Proklamasi pada 16 Agustus 1945 maka keesokan harinya naskah proklamasi dibacakan di Tugu Proklamasi dan kebayang gak sih ges betapa gembiranya semua anak bangsa saat itu? Lah aku baca namaku ditulis dipengumuman sebagai pemenang lomba aja senangnya gimana, apalagi ya kalau diumumkan kemerdekaan seluruh bangsa, MERDEKAAAAA…

Well wisata itu selain jalan-jalan tentu identik ya dengan wisata kuliner. Gitu juga dong dengan Virtual Tour kali ini jadi sepanjang perjalanan tadi ada beberapa spot kuliner untuk disinggahi, ada Es Krim Baltic favoritnya sang proklamator kita, ada Es Krim Tjanang di Hotel Cikini, ada juga Gado-Gado Bonbin dan roti Tan Ek Joan yang banyak ditemui di sepanjang Cikini.

So kalau pandemi udahan yuk ikuti Walking Tour bersama Wisata Kreatif Jakarta dijamin seru deh mengenal Jakarta lebih dalam.

Tags

Kombur Mamak

Hi, I am Uli, a wife, mom of two, working mom and also as a blogger. Live happily with gratitude and patience. Contact me +62 896 2710 3287

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

matiin dong

matiin dong ad bloker nya. plisss