Beberapa minggu terakhir ini, lini masa sosial mediaku rasanya tidak pernah sepi dari pembahasan drama Korea terbaru di Netflix yang berjudul The Scandal. Di mana-mana orang membicarakannya, hingga angkanya melejit masuk ke deretan Top 10. Sebelum tayang drama korea ini memang bikin penasaran, bahkan aku sampai menyalakan tombol pengingat dan ternyata sekaligus tayang 8 episode, kalian sudah nonton jugakan drama korea berjudul The Scandal?

Episode oke aku suka, episode dua ehm, lanjut lagi wadidaw ini drama sejarah meski fiksi kok adegannya bikin seram ya hahaha. Well! jujur ya, begitu episode terakhir selesai dan layar menjadi gelap, cuma satu kata yang terlintas di kepala saya: B aja weiiiii
SINOPSIS DRAKOR SCANDAL
Berlatar era Kerajaan Joseon, The Scandal mengisahkan tentang Lady Cho (Son Ye-jin), seorang wanita bangsawan cerdas dan manipulatif yang ingin memegang kendali atas hidupnya di tengah aturan masyarakat yang mengekang. Ia kemudian membuat permainan taruhan dan godaan bersama Cho Won (Ji Chang-wook)—pria rupawan dari keluarga terpandang yang dikenal sebagai playboy atau perayu ulung di era Joseon, yang tidak percaya pada cinta sejati dan hanya mengejar kesenangan belaka.
Tantangan dan persekongkolan mereka semakin rumit ketika melibatkan Ahn Hui-yeon (Nana), seorang janda muda yang taat norma. Namun, permainan rayuan dan taruhan yang awalnya cuma dianggap hiburan oleh Cho Won ini malah berubah menjadi ikatan emosional dan konflik intrik yang berbahaya.
Deretan Pemain Utama:
-
Ji Chang-wook sebagai Cho Won (Playboy dan perayu ulung Joseon yang jago melukis/berseni)
-
Son Ye-jin sebagai Lady Cho / Cho Yun (Wanita bangsawan cerdas dan pengatur skenario taruhan)
-
Nana sebagai Ahn Hui-yeon (Janda muda anggun yang terjebak dalam taruhan)
-
Han Sun-hwa sebagai Bun-hui
-
Kang Chan-hee sebagai In-ho
Bumbu Dewasa yang Terlalu Rame, Tapi Lupa Garam Cerita
Sejak awal, The Scandal memang sudah secara terbuka memasang label rating dewasa. Aku memahami kalau adegan-adegan sensensional sering dipakai untuk membangun intimasi atau memperkuat dinamika emosi antar karakter.
Namun di drama ini, lama-lama rasanya kok agak berlebihan ya? Banyak adegan vulgar yang menurut ku kurang punya dorongan kuat terhadap perkembangan alur cerita. Ibarat memasak sayur, bumbunya dibuat begitu tajam dan mencolok, tapi lupa memasukkan garam utamanya: kedalaman konflik.
Tak bisa dimungkiri, strategi jualan visual seperti ini sangat berhasil memancing rasa penasaran publik. Dan rasanya, tidak berlebihan kalau aku menduga rating tinggi yang diraih drama ini sebagian besar memang disumbang oleh efek riuh penonton yang penasaran dengan adegan-adegan “berani” tersebut, mungkin loh ya hehe.
Bayang-Bayang Sang Seniman: Beda Drama, Beda Versi Sejarah
Di luar urusan adegan dewasa, perhatian ku justru lebih tersedot pada sosok tokoh utamanya. Karakter seniman ini sebenarnya bukan figur baru dalam khazanah sejarah maupun jagat drama Korea. Kalau rajin menonton drakor bertema saeguk atau membaca catatan literatur lama, kita bakal menemukan cerita hidupnya yang hadir dalam berbagai versi:
-
Versi Skandal Kerajaan: Di beberapa literatur dan kisah klasik, ia digambarkan menjalin hubungan asmara terlarang dengan istri raja.
-
Versi Akhir yang Tragis: Di versi drama lain, nasibnya berakhir di tangan eksekutor—ia dibunuh langsung atas perintah raja yang murka.
-
Versi Drakor The Scandal: Nah, di drakor Netflix ini, naskah mengambil sudut pandang yang berbeda. Sang seniman justru digambarkan memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Melihat perbedaan-perbedaan ini sebenarnya seru, karena menunjukkan betapa luasnya ruang imajinasi para penulis naskah. Sayang sekali, potensi riwayat sejarah yang kaya ini kerap kalah gaung dibanding porsi sensasi visualnya.
Teka-teki Akhir Cerita: Mayat Tak Ditemukan, Kode Season 2?
Satu hal lagi yang bikin aku termenung di menit-menit akhir adalah cara mereka menutup cerita. Karakter utama diceritakan melakukan bunuh diri, tetapi hingga tirai ditutup, jasad atau mayatnya tidak pernah diperlihatkan maupun ditemukan.
Bagi penikmat drakor, kita tentu sudah paham betul hukum tak tertulis di dunia serial: “Kalau belum lihat jasadnya langsung, berarti belum tentu benar-benar tiada.”
Apakah keputusan menyembunyikan jasad ini adalah trik sutradara untuk membuka pintu ke Season 2?
Bagaimana dengan kamu yang sudah menonton The Scandal? Kita obrolkan di kolom komentar, ya!







